Prinsip-prinsip pelaksanaan KTSP di sekolah

Hakekat implementasi KTSP

Implementasi merupakan suatu proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Berdasarkan definisi implementasi tersebut, implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dapat didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) suatu aktifitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.

Implementasi kurikulum juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk pembelajaran.

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa implementassi kurikulum adalah operasionalisi konsep kurikulum yang masih bersifat potensial (tertulis) menjadi aktual dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Implementassi kurikulum setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor berikut,

  1. Karakteristik kurikulum, yang mencakup ruang lingkup ide baru suatu kurikulum dan kejelasannya bagi pengguna di lapangan.
  2. Strategi implementasi, yaitu strategi yang digunakan dalam implementasi.
  3. Karakteristik pengguna kurikulum, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap guru terhadap kurikulum, serta kemampuannya untuk merealisasikan kurikulum (curriculum planning) dalam pembelajaran.

Berdasarkan definisi implementasi tersebut, implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dapat didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) suatu aktifitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.

Secara garis besar, implementasi KTSP mencakup tiga kekuatan pokok, yaitu pengembangan program, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi.

1. Pengembangan KTSP

Pengembangan KTSP mencakup pengembangan program tahunan, program semester, program modul (pokok bahasan), program mingguan dan harian, program pengayaan dan remedial, serta program bimbingan konseling.

2. Pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP mencakup tiga hal, yaitu pre tes, pembentukan kompetensi dan post tes.

3. Evaluasi hasil belajar

Evaluasi hasil belajar dalam KTSP dapat dilakukan dengan penilaian kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan, dan sertifikasi, serta penilaian program.

Prinsip-prinsip pelaksanaan KTSP di Sekolah

1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. Contohnya : kesiapan guru dalam mengajar, pelaksanaan proses KBM yang ditunjang dengan kesiapan perangkat kurikulum baik dokumen 1(KTSP) dan dokumen 2 ( silabus, rpp), ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai misal gedung, LCD, komputer, sarana olahraga dan seni, tempat bermain disekolah serta program-program pengembangan diri yang dilaksanakan disekolah.

2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu:

a. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Contoh  kegiatan penghembangan akhlak mulia di sekolah, misal sholat duhur berjamaah, pelaksanaan kegiatan hari besar agama,

b. belajar untuk memahami dan menghayati,

Konsep learning to know menyiratkan makna bahwa pendidik harus mampu berperan sebagai informator, organisator, motivator, diretor, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, danevaluator bagi siswanya, sehingga peserta didik perlu dimotivasi agar timbul kebutuhan terhadap informasi, keterampilan hidup, dan sikap tertentu yang ingin dikuasainya. Yusak (2003) mengatakan bahwa secara kreatif menguasai instrumen ilmu dan pemahaman yang terus berkembang, umum atau spesifik, sebagai sarana dan tujuan , dan memungkinkan terjadinya belajar sepanjang hayat.

Contohnya mengikuti dan memanfaatkan fasilitas sekolah yaitu yang terkait dengan program pembiasaan, pengembangan diri, dan bimbingan konseling.

c. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

Konsep learning to do menyiratkan bahwa siswa dilatih untuk sadar dan mampu melakukan suatu perbuatan atau tindakan produktif dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Terkait dengan hal tersebut maka proses belajar-mengajar perlu didesain secara aplikatif agar keterlibatan peserta didik, baik fisik, mental dan emosionalnya dapat terakomodasi sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.

Contohnya betindak sesuai dengan norma-norma tata tertib yang berlaku disekolah dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang ada.

d. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain,

Konsep learning to live together merupakan tanggapan nyata terhadap arus individualisme serta sektarianisme yang semakin menggejala dewasa ini. Fenomena ini bertalian erat dengan sikap egoisme yang mengarah pada chauvinisme pada peserta didik sehingga melunturkan rasa kebersamaan dan harga-menghargai. Memahami, menghormati dan bekerja dengan orang lain, mengakui ketergantungan, hak dan tanggungjawab timbal balik yang melibatkan partisipasi aktif warga, tujuan bersama menuju kerekatan sosial, perdamaian dan semangat kerjasama demi kebaikan bersama.

Contohnya terjalin hubungan baik dengan sesama teman dalam bentuk kegiatan belejar disekolah dan kegiatan-kegiatan kerja sama lainnya, misal dalam OSIS.

e. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Konsep learning to be, perlu dihayati oleh praktisi pendidikan untuk melatih siswa agar mampu memiliki rasa percaya diri (self confidence) yang tinggi. Kepercayaan merupakan modal utama bagi siswa untuk hidup dalam masyarakat. Pengembangan dan pemenuhan manusia seutuhnya yang terus “berevolusi”, mulai dengan pemahaman diri sendiri, kemudian memahami dan berhubungan dengan orang lain. Menguak kekayaan tak ternilai dalam diri.

Contoh aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran disekolah baik yang bersifat akademi maupun non akademik, memalui program kegiatan yang ada disekolah.

3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan diberikan pada anak yang belum mencapai KKM, pengayaan diberikan kepada anak yang sudah mencapai nilai KKM, dan/atau percepatan/akselerasi (diberikan kepada siswa yang memiliki kemampuan khusus yaitu kemampuan yang melebihi rata-rata temannya, terutama dlm bidang akademis sehingga diperlukan program akselerasi) yang dalam pelaksanaannya program akselerasi direkrut melalui mekanisme prosedur yang berlaku sesuai dengan ketentuan dari sekolah, misal diadakan penjaringan atau seleksi berdasarkan : 1. nilai mapel, 2. tes potensi akademik, 3. psikotes yaitu untuk melihat psikologi anak sesuai dengan potensi , tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

contoh, mengadakan kegiatan remidial teaching bagi siswa yang nilai kurang dari KKM, menjaring anak-anak yang berpotensi untuk diberikan bimbingan khusus yang sifatnya prestatif misal : kelompok KIR, mading, english club, pengadaan program akselerasi disekolah.

4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip “tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada” (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).

Dalam hal ini guru memberikan peluang kepada siswa untuk aktif, kreatif dalam mengikut KBM. Sehingga terjalin seuasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Sehingga anak merasa diberi keleluasaan untuk mengembangkan potensinya dan guru bersikap sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

Contohnya membimbing diskusi di kelas, membimbing penyusunan karya tulis, membimbing dalam kegiatan studi tour, membimbing dalam kegiatan kelompok belajar.

5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

Pendekatan yang dilakukan guru dalam KBM tidak hanya terpaku pada jenis media pembelajaran yang sudah tersedia di sekolah namun hendaknya juga mendorong kepada siswa untuk aktif memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai media pembelajaran dan disamping itu model-model pembelajaran yang kooperatif hendaknya selalu dikedepankan dalam setiap kegiatan pembelajaran dikelas dengan menggunakan berbagai macam model-model pembelajaran, misal : model jig saw, dll. Pembelajaran dengan menggunakan studi lingkungan. misal dalam pelajaran IPA yaitu : berkunjung di kebun biologi/ apotik hidup milik sekolah dan masyarakat. Dalam mata pelajaran IPS anak diajak untuk mengunjungi pasar melihat dari dekat tentang proses transaksi dalam perdagangan yang meliputi penawaran, penjualan dan pembelian.

6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

Contohnya di daerah yang dekat dengan daerah hutan bambu diarahkan untuk mulok kerajinan anyaman, daerah pantai yaitu : pelajaran mulok perikanan, daerah pegunungan diarahkan untuk pengembangan mata pelajaran geografi, mulok pertanian dsb.

7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

Contohnya untuk pemberian kegiatan pengembangan diri untuk kelas 7 dan 8 diarahkan untuk pengembangan yang bersifat non akademik misal : pengembangan diri olahraga, seni, pramuka, KIR, keagamaan, sedangkan kls 9 diarahkan untuk lebih difokuskan pada persiapan menghadapi UN yaitu fokus pada 4 mapel (matematika, bahasa inggris, bahasa Indonesia dan IPA)

Peran Guru Dalam Imlementasi KTSP di Sekolah/Madrasah

Pembuatan keputusan dalam pembinaan kurikulum bukan saja menjadi tanggungjawab para perencana kurikulum, akan tetapi juga menjadi tanggungjawab para guru di sekolah. Para perencana kurikulum perlu membuat keputusan yang tepat, rasional, dan sistematis. Pembuatan keputusan itu tidak dapat dibuat secara acak-acakan, melainkan harus berdasarkan informasi dan data yang objektif. Untuk itu terlebih dahulu perlu diadakan evaluasi yang objektif terhadap kurikulum yang berlaku. Evaluasi memegang peranan penting dalam membuat keputusan-keputusan kurikuer, sehingga dapat diketahui hasil-hasil kurikulum yang telah dilaksanakan, apakah kelemahan dan kekuatannya dan selanjutnya dapat dipikirkan mengenai perbaikan-perbaikan yang diperlukan.

Demikian pula guru harus mampu membuat aneka macam keputusan dalam pembinaan kurikulum,. Pada dasarnya betapapun baiknya suatu kurikulum, berhasil atau tidaknya akan sangat bergantung kepada tindakan-tindakan guru di sekolah dalam melaksanakan kurikulum itu.

Implementasi KTSP di setiap sekolah dan satuan pendidikan akan memiliki warna yang sangat berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhan wilayah dan kunci yang menentukan serta menggerakkandaerah masing-masing, karakteristik dan kemampuan peserta didik. Keberhasilan atau kegagalan implementasi kurikulum di sekolah sangat bergantung pada guru dan kepala sekolah karena dua figur tersebut merupakan  kunci yang menentukan serta menggerakkan berbagai komponen dan dimensi di sekolah. Dengan KTSP guru di tuntut untuk membuktikan profesionalismenya dan mereka dituntut untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang telah digali dan dikembangkan oleh peserta didik. Tugas guru bukan mencurahkan dan menyuplai peserta didik dengan berbagai ilmu pengetahuan tetapi mereka berfungsi sebagai motifator, mediator, dan fasilitator pembelajaran. Diakui bahwa berhasil tidaknya implementasi tersebut dalam pembelajaran terutama dalam penyesuaian kurikulum dengan tuntutan globalisasi, perubahan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Disamping itu implementasi kurikulum dalam kegiatan pembelajaran di sekolah juga sangat di pengaruhi oleh dukungan sumber belajar, sarana dan prasarana yang memadai terutama kondisi ruang pembelajaran, perpustakaan, laboratorium dan alat bantu pembelajaran.

Dalam implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan, pembelajaran bukan semata-mata tanggung jawab guru akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara guru, kepala sekolah, bahkan komite sekolah dan masyarakat sehingga pembina terhadap komponen-komponen tersebut merupakan tuntunan yang harus dipenuhi dalam mengefektifkan implementasi KTSP. Dalam hal ini implementasi KTSP dalam pembelajaran menuntut guru dan kepala sekolah untuk memperhatikan 3 komponen utama yaitu Standar Nasional Pendidikan, silabus yang dikembangkan harus merumuskan secara jelas progam pembelajaran, proses pembelajaran, hasil pembelajaran serta mekanisme dan kriteria penelitian, RPP perlu dikembangkan secara matang untuk menentukan bahwa kegiatan pembelajaran sudah siap dilaksanakan. Untuk menyukseskan implementasi KTSP dalam pembelajaran guru di tuntut berjiwa mulia, berhati suci dan rela mengorbankan kehidupanya hanya untuk kebaikan dan pendidikan semata.

2 thoughts on “Prinsip-prinsip pelaksanaan KTSP di sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s