Annelida

Mengenal Seluk Beluk Phylum Annelida

Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata).Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Hewan filum Annelida berasal dari kata latin “annul/annelus = cincin, gelang” dalam bahasa Yunani “eidos = bentuk” yang dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis, sudah ada ronnga tubuh (coelom), dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga tubuh, sistem persyarafan, peredaran darah, dan sistem ekskresinya metamerik. Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus), berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh. Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung, misalnya) pada somit tertentu. Organ reproduksi hermafrodit (kelas olygochaeta dan hirudinea), dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa, atau berumah dua (kelas archiannelida dan polychaeta), dengan melalui fase larva trokofor. Hidup di dalam tanah yang lembab, dalam laut dan dalam air. Umumnya annelida hidup bebas, ada yang hidup dalam liang, beberapa bersifat komensal pada hewan akuatis, dan ada juga yang bersifat parasit pada vertebrata.

Ciri umum yang tergolong filum Annelida dapat diuraikan sebagai berikut:

–          Tubuh bilateral simetris, bersegmen, berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh

–          Triploblastis

–          Tiap segmen dipisahkan oleh septa

–          Tubuh ditutupi oleh kutikula fleksibel

–          Punya seta, keras, seperti kitin (kec: Hirudinea)

–          Punya parapodia

–          Alat gerak: kontraksi otot tubuh dan setae (rambut kaku) pada tiap segmen (polygochaeta dan olygochaeta)

–          Respirasi: epidermis permukaan kulit (difusi) dan insang (pada polychaeta)

–          Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus)

–          Reproduksi:     -seksual/genertif: konjugasi, Aseksual/vegetatif: fragmentasi à regenerasi

–          Ekskresi: nefridia (nephridios = ginjal)

–          Saraf dan Indera: saraf tangga tali ( ganglion berderet berpasangan) Statosidaà indra keseimbagan, peka terhadap cahaya.

–          Sirkulasi: peredaran darah tertutup.

–          Habitat: -tanah yang lembab, air laut, air tawar

–          bentuknya gilik dan memanjang

–          tersusun atas ruas-ruas atau segmen

–          tergolong triploblastik selomata

–          hidupnya diperairan dan parasit

–          annelida mempunyai kepala

–          Tiap segmen mengandung alat pengeluaran, reproduksi, saraf

–          Tiap segmen yang sama disebut metameri.

–          Sistem saraf tangga tali.

–          Sistem sirkulasi terbuka (darah beredar melalui pembuluh darah yang tidak seluruhnya terhubung).

Ciri tubuh

Ukuran dan bentuk tubuh. Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia.Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin, sehingga tibuh Annelida menyerupai rangkaian cincin. Struktur dan fungsi tubuh Annelida termasuk hewan yang memiliki lapisan tubuh triploblastik euselomata. Euselomata artinya sudah terdapat selom sejati, sistem peredaran darahnya berupa sistem sirkulasi terbuka, memiliki sistem saraf tangga tali. Tubuh hewan ini memiliki segmen dan setiap segmen tersebut (disebut metameri) memiliki sistem saraf, pencernaan, reproduksi serta memiliki sistem ekskresi. Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa.Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus.Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup.Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah.Pembuluh darah yang melingkari esofagus memiliki struktur lebih berotot, berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali.Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor.Nefridia ( tunggal – nefridium ) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari saluran.Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh.Nefrotor merupaka npori permukaan tubuh tempat kotoran keluar.Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya.

Alat gerak

Annelida bergerak dengan kontraksi otot tubuhnya. Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).

–       Punya seta, keras, seperti kitin (kec: Hirudinea)

Seta: bulu kasar/rambut pada invertebrate. Pada polychaeta mempunyai seta yang banyak, sedangkan pada olygochaeta mempunyai seta yang sedikit. Seta ini terdapat pada tonjolan di samping.

–       Punya parapodia

Tiap segmen terdapat parapodia; untuk lokomosi, Parapodia terdiri dari sejumlah seta; Seta terdiri dari notopodium, neuropodium, acicula & otot yang bekerja untuk berjalan, merangkak, bersembunyi atau berenang.

Cara hidup dan habitat. Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia.Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap.Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

Reproduksi
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet.Namun ada juga yang bereproduksi secara aseksual yaitu fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).

Sistem Respirasi

Respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob, O­2 & CO2 berdifusi via kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh, namun ada juga yang menggunakan insang pada polychaeta. Hanya terjadi ketika kulit dalam kondisi lembab.

Sistem Pencernaan

Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan, mereka mencerna makanannya secara ekstraseluler. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di ujung belakang.

Sistem Eksresi

Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor. Nefridia (tunggal – nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Nefrotor merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. Nefridia = organ dalam segmen yang mengumpulkan sisa-sisa cairan & keluar melalui nephridiofor.

Sistem Saraf dan Indera

Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. Susunan syaraf terdiri atas anterior, dorsal ganglionic mass, disebut otak. Atau sebuah benang syaraf yang panjang dengan ganglionic swelling dan syaraf lateral pada tiap ruas.

–          Cincin ganglia dihubungkan oleh tali saraf ventral

–          Ganglia = seperti kantong yang merupakan pembesaran dari jaringan saraf, membentuk “otak”

–          Tali saraf = sel-sel yang memanjang tubuh & mengandung impuls-impuls saraf

Sistem Peredaran Darah / Sirkulasi

Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

–          Lengkung aorta: lima tabung seperti jantung yang memompa darah ke dalam dua tabung utama sepanjang tubuh.

–          Darah: subtansi cair yang mengedarkan makanan & membawa sisa-sisa makanan.

Habitat dan Ekologi

Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit (merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab. Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

Polychaeta

Ciri-ciri polychaeta

–          Tubuh memanjang dan bersegmen

–          Tiap segmen mempunyai parapodiaàsemacam kaki yang bentuknya seperti dayung

–          Tiap parapodia mempunyai seta, kec.segmen terakhir

–          Warna tubuh menarik

–          Respirasi dengan insang

–          Di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna, disebut prostomium. Pada kepala  terdapat mata, antena, sepasang palpus dan mulut di bagian ventral.

–          Ruas yang mengandung mulut disebut peristomium. Ruas terakhir atau pigidium mengandung anus.

–          Habitat: bahari à di lautan, hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut

Polychaeta (Yunani,poly = banyak,chaetae = rambut kaku) merupakan Annelida berambut banyak. Permukaan luar dinding tubuh terdiri dari epitel kolumnar sederhana ditutupi oleh kutikula tipis. Di bawah kutikula terdapat jaringan ikat yang tipis, kemudian ada lapisan otot melingkar, otot longitudinal, dan sekitarnya peritoneum rongga tubuh. Kutikula dibangun oleh serabut kolagen yang saling berhubungan dengan ketebalan 200nm-13mm. memiliki sistem saraf tangga tali dengan pusat sarafnya adalah ganglion. Umumnya tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala atau prostomium dengan mata, antenna, dan sensor palpus. Segmen pertama atau peristomium yang mengelilingi mulut dapat dilengkapi dengan seta, palpus, dan rahang berkitin. Mulut Polychaeta berbeda-beda tergantung jenis makanannya. Bagaimanapun, ia memiliki sepasang rahang dan faring yang dapat bergerak dengan cepat, yang memungkinkan untuk menangkap mangsanya. Saluran pencernaan merupakan tabung sederhana, biasanya dengan bagian perut di setiap segmen. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebutparapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Parapodia berfungsi sebagai alat gerak. Parapodia juga mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi sebagai insang untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki beberapa rambut kaku yang disebut sebagais eta yang tersusun dari kitin. Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. Pembuahannya dilakukan di luar tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi larva yang disebut trakofora. Ada dua pembuluh darah utama, dengan kapal lebih kecil untuk memasok parapodia dan usus. Darah mengalir maju dalam pembuluh dorsal, di atas perut, dan kembali kembali ke tubuh dalam pembuluh ventral, di bawah usus. Pembuluh darah sendiri kontraktil, membantu untuk mendorong darah bersama, sehingga sebagian besar spesies tidak membutuhkan hati. Dalam beberapa kasus, otot analog pompa jantung ditemukan di berbagai bagian dari sistem. Sebaliknya, beberapa spesies memiliki sedikit atau tidak ada sama sekali sistem peredaran darah, mengangkut oksigen dalam selom cairan yang mengisi rongga tubuh mereka.Contoh Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah. Sedangkan yang dapat bergerak bebas, misalnya Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis (cacing palolo), Lysidice oele (cacing wawo). Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.

Alat Gerak

Pergerakan disebabkan oleh perpaduan gerak antar parapodia, otot dinding tubuh & cairan rongga tubuh. Gerak undulating mengakibatkan cacing dapat menjalar & berenang dengan cepat.

Sistem Respirasi

Bernafas dengan insang, Pertukaran gas via permukaan tubuh juga terjadi, Beberapa jenis tiap ruas terdapat insang, kecuali ujung anterior & posterior,Pada cacing yang mengalami modifikasi, jumlah & letak insang terbatas pada ruas tertentu.

Sistem Pencernaan

Cara makan sesuai dengan kebiasaan hidup, Raptorial feeder: avertebrata kecil ditangkap dengan pharink/probosis yang dijulurkan, terdapat rahang kitin, Deposit feeder: menelan pasir & lumpur dalam lorong; bahan organik dicerna & partikel mineral dikeluarkan via anus, atau melalui tentakel cilia yang berlendir, Filter feeder: tidak punya probosis tutup kepala dilengkapi radiola untuk menyaring detritus & plankton.

Sistem Reproduksi

Reproduksi Seksual

Dioesious & monoesious, Seksual via fertilisasi eksterna (ovum & sperma di lepas di air). Zigot → trokofor → juvenile

Reproduksi Aseksual

Pada Cirratulidae, Sabellidae, Spionidae & Syllidae (Tunas/Budding) dari parapodia. bagian tubuh menjadi dua bagian.Epitoksi (pembentukan individu reproduktif) merupakan fenomena reproduksi khas polychaeta—hewan tampak jadi dua bagian.

Saraf dan Indera

Sistem saraf tangga tali, Alat indera utama: mata, “nuchal organ” & statocyst, Mata berkembang baik (errantia), bintik mata/tidak ada (sedentaria), Fungsi mata: fotoreseptor, Nuchal organ: kemoreseptor untuk mendeteksi makanan, Sel peraba terdapat diseluruh tubuh, terutama parapodia & kepala

Habitat dan Ekologi

Habitatnya di lautan, Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut ataupun membentuk tabung. Cara hidupnya yang bersembunyi menyebabkan mereka luput dari pengamatan biasa.Contoh polychaeta yang terkenal: Sabellastarte indica (cacing kipas), Marphysa sanguine,Eunice viridis (cacing wawo),Lysidice oele (cacing palolo),Nereis virens (kelabang laut). Sebagian besar waktu Polychaeta berada dalam bentuk atoke, yaitu hewan yang belum masak secara seksual (dewasa). Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad. Hewan yang sudah dewasa ini disebut epitoke. Epitoke mengandung gamet. Pembuahan terjadi di luar tubuh.

KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia, Phylum : Annelida, Class : Polychaeta, Ordo : Eunicida, Familia : Eunicedae, Genus : Eunice, Species : Eunice viridis

Kelompok Polychaeta

polycaheta Erratia memiliki sumbu tubuh bersegmen banyak yang serupa (metameri), mempunyai kepala yang ditandai sejumlah palpus, antenna, dan siri tentakel. Hewan-hewan itu hidup bergerak bebas dan kuat dan acap kali bersusunan kompleks, yang dapat dijadikan ciri penentu jenis. Jumlah segmen tubuh  hewan Sedentaria relatif terbatas dibandingkan dengan Errantia. Anggota badan bagian anterior  dapat tidak  ada, tapi pun dapat ada, yang mirip dengan hewan Errantia. Pada umumnya bagian anterior termodifikasi menjadi lubang mulut yang dikelilingi insang, sedangkan bagian tengah membentuk bagian abdomen yang parapodianya pendek.

1.    Subkelas Sedentaria

Segmen tubuh & parapodium tidak sama. Faring tidak punya rahang, Sedentari & bersembunyi dalam lumpur / hidup dalam tabung di lumpur, Parapodia & organ saraf mereduksi, Bentuk kepala mengalami berbagai modifikasi sesuai fungsinya sebagai ciliary feeder (pemakan substrat/memakan plankton dan butir-butir sampah.), Contoh: Sabella (cacing kipas), struktur dikepala seperti bulu yang disebut radiola, Chaetopterus ; hidup dalam tabung berbentuk huruf U, notopodium mengsekresi kantong lendir yang menjaring makanan dari air. Kantong secara periodik akan masuk ke dalam mulut ventral suckers, Arenicola ; Hidup dalam tabung berbentuk huruf J. yang termasuk errantia, jenis pelagis, merayap pada celah batu karang, membuat lubang atau lorong dalam pasir dan lumpur, ada yang membentuk selubung. Cacing sedentaria tinggal dalam selubung permanen, tidak pernah meninggalkan liang, hanya kepalanya saja yang keluar masuk untuk makan.

2. Subkelas Errantia

Segmen tubuh sama dari kepala – ekor, Parapodia sama dari depan – belakang, Hidup bebas, pelagis, merayap, lubang, Organ indera berkembang baik, Contoh: Tomopteris: berenang bebas & bioluminescen

PERANAN POLYCHAETA

Penting secara ekonomi (+,-): Sumber protein, Bahan baku obat & industri farmasi, Parasit (cangkang kerang & tiram mutiara, usus ikan), Budidaya (pakan ikan & komoditi ekspor),Hiasan akuarium laut

Penting secara ekologi:

Indikator polusi organik ekosistem akuatik, Mata rantai dalam ekosistem, Mendaur-ulang nutrien di alam, Membentuk ekosistem terumbu karang, Hama (penggerek & penempel) badan kapal

Oligochaeta

Ciri-ciri oligochaeta

Memiliki sedikit setae pada tubuhnya, Segmen pada tubuhnya mencapai 200 segmen,Panjang tubuh mulai 1cm-3m,Kulit dilapisi kutikula,Tubuh mengandung hemoglobin,Habitat di tempat lembab dan perairan,Hermaprodit.

Sistem Respirasi

Kelas Oligochaeta tidak memiliki parapodia (pelebaran dinding tubuh yang pipih biasanya biramus, beberapa uniramus, terdiri atas notopodium dan neuropodium, masing-masing disangga oleh sebuah batang kitin disebut acicula). seperti pada kelas polychaeta, pernapasannya dilakukan melalui seluruh permukaan tubuhnya. Itu sebabnya mengapa tubuh kelompok cacing ini berlendir. Tubuh cacing tanah tertutup oleh selaput bening dan tipis yang disebut kutikula. Kutikula ini selalu lembap dan basah. Melalui selaput inilah cacing bernapas. Kutikula menyebabkan udara di dalam tanah dapat masuk ke pembuluh darah cacing. Setelah masuk ke pembuluh darah, udara tersebut diedarkan ke seluruh tubuh. Tetapi ada juga Oligochaeta yang bernafas dengan menggunakan insang, yakni kelas oligochaeta yang hidup akuatik.

Sistem Pencernaan

Class Oligochaeta memiliki sistem pencernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, kerongkogan dan usus. Makanannya adalah sisa dedaunan. yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel. Cacing tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.

Sistem Reproduksi

Cacing tanah bersifat hermafrodit, tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri. Hal itu karena, matangnya sel kelamin betina tidak sama waktunya dengan matangnya sel kelamin jantan. Organ reproduksi betina terdapat di segmen ke-9 sampai ke-14 dan organ reproduksi jantan terdapat di segmen ke-10 sampai ke-15. Di segmen ke-32 sampai ke-37 terdapat klitelum, yaitu penebalan epidermis sebagai penghasil lendir. Sewaktu sepasang cacing berkopulasi maka akan keluar lendir yang akan membungkus kedua cacing dan menjaga sperma dari kekeringan. Selubung (coccon) lendir tadi akan maju mundur di sepanjang kedua tubuh cacing. Setelah itu, sel telur dari masing-masing cacing keluar dan memasuki coccon. Jika melewati lubang kelamin jantan, telur-telur yang ada di dalam coccon akan dibuahi oleh sperma dari cacing yang berlainan. Setelah selesai pembuahan, coccon akan lepas ke arah depan. Sekarang di dalam coccon terdapat telur-telur yang akan dibuahi dan kemudian tekur-telur tersebut akan menetas menjadi cacing.

Sistem saraf

Sistem saraf Oligochaeta terdiri dari:

‘otak’ (ganglion cerebral), dua lobus di atas faring, dua syaraf penghubung disekitar faring menuju ke ganglia sub paringeal, tali syaraf ventral (sepanjang dasar selom ke arah somit anal)., Beberapa syaraf menuju ke prostomium & daerah mulut. Tali syaraf ventral dlm tiap somit mempunyai ganglion membesar & memberikan 3 pasang syaraf  lateral. Tiap syaraf lateral membentang setengah somit terdiri dari serabut sensoris & motoris

Sistem Ekskresi

Anelida dan moluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida, setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir.

Metanefridium memiliki dua lubang. Lubang yang pertama berupa corong, disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya.

Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua, disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium, bahan-bahan yang berguna seperti air, molekul makanan, dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar.

Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi.

Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Zat sisa ada dua bentuk, yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik, yaitu ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab, anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi.

Peranan

Sumber pakan ikan (Tubifex),Perombak bahan organik & menyuburkan tanah (Lumbricus),Bioindikator (Tubifex, Limnodrillus),Inang perantara parasit pada ikan (Aulophorus furcatus & Dero limosa),Inang perantara cacing pita unggas (Amoebotaenia spenoides),Parasit pada anak ikan lele (Lytocestus parvulus),Pembawa virus+bakteri minyak flu pada ababi (Metastrongylus)

Ordo Lumbriculida

– Gonopore jantan & testis terletak pada ruas yang sama

– Contoh: LumbriculusOrdo

ordo Moniligastrida

– Gonopore jantan terletak di belakang ruas yang mengandung testis

– Contoh: Moniligaster

Ordo Haplotaxida

– Gonopore jantan sedikit satu ruas di belakang ruas yang mengandung testis

– Contoh: Limnodrillus, Chaetogaster

KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia

Phylum : Annelida

Class : Oligochaeta

Ordo : Opisthopora

Familia : Lumbricidae

Genus : Lumbricus

Species : Lumbricus sp.

Oligochaeta merupakan Annelida berambut sedikit. Bersifat hermafrodit, sehingga di dalam tubuhnya dapat dijumpai ovarium dan testis. Pada beberapa segmen tubuh cacing ini epidermisnya mengalami penebalan, disebut klitellum. Pada waktu reproduksi pada bagian klitellum akan mengeluarkan kokon. Kokon inilah yang nantinya akan menetas menjadi individu baru. Respirasi dilakukan secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Contoh: cacing tanah (Pheretima, Lumbricus terrestris). Seta Oligochaeta lebih sedikit deibandingka seta Polychaeta. Sehingga disebut cacing berambut sedikit. Contoh Oligochaeta yang paling dikenal adalah cacing tanah. Jenis cacing tanah antara lain cacing tanah Amerika (Lumbricus terresteris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing tanah Australia (Digaster longmani). Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah. Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini adalah digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak. Organisme hidup maupun bahan organik yang membusuk dalam tanah dicerna cacing. Esofagus berfungsi untuk menjaga keseimbangan kalsium dengan mengekskresikan kalsium karbonat yang tidak berguna bersama air ke dalam usus. Sel kloragogen yang mengelilingi usus bersama pembuluh darah dorsal membentuk sebuah jaringan yang berfungsi sebagai hati pada invertebrata. Sebagian dari sel-sel ini juga ada yang mengambang di rongga tubuh, yang disebut sebagai eleocytes. Makanan yang tidak tercerna termasuk tanah dikeluarkan melalui anus. Buangan ini dibawa ke permukaan tanah sehingga tampak seperti gundukan kecil. Gundukan tanah tersebut dinamakan kascing. Kascing menyuburkan tanah. Kemampuan cacing tanah menggali tanah memberi keuntungan karena dapat menggemburkan tanah. Mempunyai organ klitelum yang berisi semua kelenjar, termasuk kelenjar kelamin. Pernafasan dilakukan oleh permukaan tubuhnya. Makanan diedarkan ke seluruh tubuh dengan sistem peredaran darah. Ekskresi biasanya dilakukan oleh metanefridia yang berupa saluran kecil. Oligochaeta yang hidup di darat biasanya mengekskresikan urea, sedangkan Oligochaeta yang hidup di air biasanya mengeluarkan ammonia, yang mudah larut dalam air. Sistem pembuluh darah Oligochaeta terdiri dari dua pembuluh utama yang dihubungkan oleh pembuluh lateral. Darah dibawa ke depan dalam pembuluh dorsal (di bagian atas tubuh) dan kembali melalui pembuluh ventral (bawah), sebelum diteruskan ke sinus yang mengelilingi usus. Beberapa pembuluh kecil yang berotot  memebentuk hati. Sebagian besar Oligochaeta memiliki hemoglobin di dalam darahnya, tetapi sebagian kecil tidak. Sistem saraf terdiri dari dua tali saraf ventral, yang biasanya menyatu menjadi struktur tunggal, dan tiga sampai empat pasang saraf yang lebih kecil berada pada setiap segmen tubuh. Beberapa Oligochaeta memiliki mata dan sebagian lagi hanya berupa ocelli. Meskipun demikian, pada kulitnya terdapat fotoreseptor yang digunakan untuk mendeteksi keberadaab cahaya, lalu menggali tanah untuk menjauhi cahaya agar tubuh tidak mengalami kekeringan. Tubuh mereka juga memiliki kemoreseptor untuk mengetahui keberadaan lingkungannya yang berada pada tiap ujung kulitnya.

Hirudinea

Ciri-ciri hirudinea:

Panjang tubuh mencapai 30 cm,Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula,Tubuh relatif pipih,Tubuh terdiri dari 34 segmen,Tidak mempunyai parapodia dan setae,Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior,Bersifat hermafrodit,Habitat: air tawar dan darat

Stuktur Tubuh

Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Sekalipun dikenal dengan nama umum lintah pengisap darah, bagian terbesar di antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit. Tubuhnya pipih. Ukuran panjangnya dari 1-2cm atau 5cm, walau ada yang mencapai 12cm, bahkan 30cm (Haemanteria ghiliani dari daerah Amazon). Metamerisme sudah sangat tereduksi: segmen-segmen ujung anterior (biasanya kecil) dan posterior (lebih besar) termodifikasi manjadi alat penghisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Jumlah segmen tetap, yaitu 34, walau lapisan cincin sekunder di luarnya (annuli) menyamarkan segmentasi primer tersebut. Clitteum dibentuk segmen-segmen IX,X atau XI.

Alat Gerak

Sebagian aktif malam, juga siang.,Bergerak dengan cara melekukkan badan, melekat dengan sucker,Berenang dengan cara menggelombangkan badan.

Sistem Respirasi

Menggunakan anyaman kapiler di bawah epidermis.,Insang: Piscicolidae

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan  penghisap anterior à mulut à faring à tembolok à usus à usus buntu à anus à penghisap posterior.faring otot yang dilengkapi rahang bergigi /probosis berotot. Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml – kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur. Contohnya, zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah, dan mengandung penisilin.

Sistem Reproduksi

Monoceous, jantan: 4-12 pasang testis. 1 pasang ductus spermaticus., betina: 2 ovarium & Oviduct yang berhubungan dengan kelenjar albumin & vagina di median yang bermuara di belakang porus genitalia jantan, Tidak ada tingkat larva. Lintah membentuk kokon yang mengandung telur yang telah dibuahi & kokon akan diletakkan dalam air/tanah.

Saraf dan Indera

Ruas 5 & 6 terdapat lingkar saraf ganglia: “otak”, Alat indera: mata & papilla, Mata: fotoreseptor, Papilla & sensila: tonjolan kecil pada epidermis. Fungsi: alat peraba & perasa

Sistem Ekskresi

10-17 pasang nephridia, ammonia.

Habitat dan Ekologi

Hewan berhabitat air tawar, hidup di rawa-rawa, kolam, ataupun sungai. Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah).

Peranan

Terapi medis (Hirudo medicinalis),Mengisap darah kerbau (Hirudo, Macrobdella, Philobdella),Parasit pada ikan (Piscicolidae)

KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia,Phylum : Annelida,Class : Hirudinea,Ordo : Arhynchobdellida,Familia : Hirudinidae,Genus : Hirudo,Species : Hirudo medicinalis

ORDO Acanthobdellia

Mempunyai setae; hanya satu marga yang ada, ditemukan di Finlandia dan Rusia, Tidak punya alat isap pada anterior, Pada segmen 2-4 terdapat dua pasang seta tiap ruas, Contoh: Acanthobdella

ORDO Gnathobdellia

Punya alat isap anterior & posterior,Lintah bergigi tiga buah (walau kadang-kadang tereduksi); mulut lebar, hampir menyatu denga bibir batil isap oral; biasanya barmata 5 pasang.Punya 3 buah rahang, pharink tidak dapat dijulurkan. Contoh: Hirudo medicinalis, Haemadipsa

ORDO 3. Rhynchobdellida

Lintah degan proboscis yang eversible; mulut kecil, di tengah batil isap oral; kelompok glossiphoniid hidup di air tawar, kelompok piscicolid hidup sebagai parasit ikan, contoh: Galssiphonia.Punya anterior sucker/tidak, Tidak punya rahang, tapi punya belalai. Contoh: Piscicola, Helobdella

ORDO 4. Pharyngobdellida

Mirip dengan Gnathobbdellida, tetapi faring tidak bergigi; bermata 6-8 pasang; kebanyakan berhabitat air tawar, pemakan larva insekta dan moluska. Contoh: Erphobdella

• Pharink tidak dapat dijulurkan, Tidak punya gigi, tapi punya 1-2 stylet, Contoh: Erpobdella, Dina

Hirudinea merupakan kelas Annelida yang jenisnya paling sedikit dibandingkan Polychaeta dan Oligochaeta. Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Jumlah kelas Hirudinea sekitar 300 spesies. Hirudinea tidak memiliki parapodia maupun seta pada segmen tububhnya. Segmentasi hanya pada bagian luar tubuh sedangkan pada kelas Annelida lainnya, segmentasi terjadi sampai bagian dalam tubuh. Panjang tubuh Hirudinea bervariasi dari 1 = 30 cm. Tubuh Hirudinea agak pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada segmen di ujung posterior dan anterior terdapat alat pengisap. Alat pengisap tersebut digunakan untuk bergerak dan menempel. Kombinasi alat pengisap posterior dan anterior serta kontraksi dan relaksasi yang bergantian pada otot sirkuler dan otot longitudinal dapat menyebabkan Hirudinea dapat bergerak. Sebagian besar Hirudinea merupakan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inang Hirudinea adalah vertebrata termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrate kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalahH aem adips a (pacet) dan Hirudo (lintah). Lihat Gambar 9.34.

Pacet dan lintah menggunakan rahang seperti silet untuk merobek kulit inang. Jenis yang lain mengeluarkan enzim untuk melubangi kulit. Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zatanestetik (penghilanh sakit). Zat anestetik tersebut membuat korban tidak merasa sakit sehingga tidak menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah mengeluarkan zat anti pembekuan darah, yaituhirudin. Adanya hirudin menyebabkan lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin. Bersifat hermafrodit dan melakukan kawin silang, mempunyai klitelium tetapi hanya ada pada saat musim kawin. Alat pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan yang berotot daging, krop (tembolok) yang memanjang dengan juluran-juluran krop, usus, dan anus. Krop ini memungkinkan lintah menyerap nutrisi dari inangnya dengan volume 5 kali lebih besar dari tubuhnya. Pencernaan makanan tanpa bantuan enzim tetapi dengan penguraian perlahan-lahan oleh bakteri. Reproduksi Hirudinea hampir sama dengan cacing tanah. Di mana sperma akan melakukan perkawinan dengan ovum. Dan pada saat yang hampir sama, klitelum menghasilkan kokon bergelatin yang mengandung nutrisi sebagai cadangan makanan untuk telur. Kokon yang berisikan telur biasanya disimpan oleh sang induk di dedaunan atau di bebatuan. Dan terkadang kokon ini dapat bertahan hidup di dalam sistem pencernaan seekor bebek. Seekor lintah akan mati apabila telah bereproduksi sebanyak 1-2 kali. Cacing ini termasuk cacing pengisap darah. Adapun yang termasuk dalam kelas ini adalah bangsa lintah. Contohnya adalah lintah (Hirudo medicinalis) dan pacet (Haemadipsa javanica). Lintah biasanya hidup di daerah yang lembap, sebelum mengisap darah, lintah akan menyuntikkan zat anastesi atau bius ke dalam tubuh korbannya, sehingga ketika diisap darahnya, korban tidak merasa sakit. Lintah juga dapat menghasilkan zat antikoagulan (zat anti pembeku darah), yang disebut hirudin. Adanya zat antikoagulan tersebut menyebabkan darah korban yang diisap tidak akan membeku. Lintah memiliki dua alat pengisap yang terletak di bagian anterior dan posterior. Untuk dapat mencegah agar kita tidak digigit atau ketika kita sedang digigit adalah dengan memberikan air tembakau atau garam, dapat pula tubuh diolesi dengan balsem atau minyak kayu putih.

2 thoughts on “Annelida

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s