Difusi dan Osmosis

Difusi adalah penyebaran molekul-molekul suatu zat, penyebaran tersebut disebabkan oleh adanya suatu gaya yang disebut energi kinetik. Energi kinetik menyebabkan molekul-molekul selalu dalam keadaan bergerak. Energi ini yang menyebabkan molekul-molekul saling menarik, akan tetapi pada ketika itu juga saling menolak. Baik gas, maupun zat cair dan padat, molekulmolekulnya memiliki kecenderungan untuk menyebar, menghambur kesegala arah sampai di mana-mana terdapat suatu konsentrasi yang sama. Dari ketiga macam zat tersebut, zat gas merupakan yang paling mudah berdifusi. Angin dapat mempercepat difusi gas. Gerakan difusi terdiri atas gerakan molekul-per molekul karena lintasannya putus-putus karena perlanggaran dengan molekulmolekuk zat lain, akan tetapi akhirnya merupakan penyebaran yang homogen. Difusi terjadi di tempat yang memiliki konsentrasi yang pekat, karena difusi itu disebabkan oleh energi kinetis. Arah gerakan difusi ketempat yang kekurangan molekul, atau ketempat yang memiliki konsentrasi rendah. Migrasi dari molekul-molekul itu bisa ditinjau dari dua sudut yaitu dipandang dari sudut sumber dan tujuan. Dari sudut sumber dikatakan bahwa disitu terdapat suatu tekanan yang menyebabkan molekul-molekul menyebar keseluruh jurusan. Tekanan ini diberi nama tekanan difusi. Dipandang dari sudut tujuan, bahwa ditempat tujuan itu ada suatu kekurangan (defisit) akan molekulmolekul. Contoh jika kita menuangkan suatu satuan volume larutan gula dan suatu satuan volume air murni bersama-sama ke dalam suatu wadah, maka molekulmolekul gula akan berdifusi ke daerah air, sehingga akhirnya didaerah air akan mendapat konsentrasi gula yang sama dengan konsentrasi gula didaerah gula sendiri. Demikian pula dengan airnya di daerah gula akan terdapat konsentrasi air yang sama dengan konsentrasi di daerah air sendiri. Jika sebuah wadah berisi air dan gula dan diberi sekat yang permeabel dapat dilewati baik oleh molekul-molekul air maupun molekul gula. Molekulmolekul air akan berdifusi melalui celah-celah sekat ke daerah gula, begitu pula sebaliknya molekul-molekul gula melewati celah-celah sekat berdifusi ke daerah air. Karena berdifusinya melokul-molekul itu melewati lubang-lubang (pori), maka kita pergunakan istilah sendiri untuk peristiwa ini yaitu osmosis (Dwidjoseputro, 1994: 66-71).

sumber:

Dwidjoseputro. 1994. Pengantar Fisioligi Tumbuhan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s